Senin, 09 Juli 2018

Tanda Kehamilan dan Nama yang Sering Cari di Google

Tanda Kehamilan dan Nama yang Sering Cari di Google

Topik parenting atau pengasuhan anak menjadi topik yang paling banyak dicari oleh kalangan ibu lewat mesin pencari Google selama 2016-2017.

Ini diketahui dari survei Google bersama Kantar Worldpanel dan Kantar TNS terkait perilaku konsumen di Indonesia dalam hal membeli perawatan bayi.

Industry Analist Google Indonesia, Ariani Dwijayanti menyebutkan bahwa 25 persen atau satu dari empat pengguna internet Indonesia adalah kalangan ibu. Pencarian topik parenting pun mengalami kenaikan.

"Topik parenting naik sebesar 26 persen selama 2016-2017," kata Ariani dalam paparannya di Ice Palace, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2018).

Google kemudian menganalisa lebih lanjut topik parenting yang paling banyak dicari. Ternyata, 52 persennya adalah topik "kehamilan", 32 persen topik "balita" dan 16 persen topik "bayi".

Menurutnya, ibu yang sedang hamil memiliki segudang pertanyaan tentang kehamilan dan mencari jawabannya di internet. Terutama bagi ibu yang baru pertama kali hamil.

Kategori "nama bayi" adalah yang paling banyak dicari oleh para ibu hamil. Di samping nama bayi, informasi lainnya yang juga dicari adalah tanda-tanda kehamilan, persiapan kehamilan, hingga masa subur.

Survei tersebut juga menemukan tren menarik lainnya. Salah satunya adalah topik "kehamilan" tersebut banyak dicari pada waktu tertentu.

"Topik kehamilan tinggi pencariannya di semester satu tiap tahunnya. Topik mengenai aktivitas dan edukasi banyak di musim liburan, Juli dan Desember," ucapnya.

Tak hanya pada Google, hasil senada ditemukan oleh ibudanbalita.com, situs parenting dari Frisian Flag. Situs tersebut menjadi situs parenting di Indonesia yang paling banyak dikunjungi pada 2017.

Marketing Director Frisian Flag, Felicia Julian mengatakan bahwa topik tersebut juga menjadi yang teratas di situs mereka.

Kehamilan dianggap sebagai fase hidup baru dalam hidup seorang perempuan yang belum dialami sebelumnya. Sehingga, para ibu tersebut menjadi sangat penasaran dengan yang terjadi pada tubuh mereka.

"Karena tidak ada edukasi khusus tentang bagaimana menjadi ibu dan bagaimana hamil. Sehingga mereka sangat curious dan bertanya-tanya " ujar Felicia.

Sementara itu, Senior Marketing Communication Blibli.com, Lani Rahayu menjelaskan bahwa ada pola belanja yang menarik dari para ibu yang mengakses Blibli.com.

Mereka, kata Lani, memiliki keingintahuan yang tinggi. Hal itu ditunjukan dengan aktivitas e-commerce mereka yang senang bereksplorasi ke sejumlah produk. Mereka juga menghabiskan waktu cukup lama untuk mengakses situs belanja online.

Fase kehamilan selalu menjadi sarana belajar untuk seorang ibu, sekalipun ia bukan pertama kalinya hamil. Sebab karakter kehamilan bisa berbeda-beda.

Lani menambahkan, Blibli.com memiliki blog, dimana topik kehamilan juga sangat diminati di sana.

"Dan mereka senang sekali dengan tips. Ketika ketemu artikel yang ada pandangan pakarnya, mereka lebih senang dan terkukuhkan keputusannya untuk ke pembelian," kata Lani.

Rabu, 04 Juli 2018

Mitos yang Salah, Makan Durian Berbahaya Buat Ibu Hamil

Makan Durian Berbahaya Buat Ibu Hamil itu Mitos

Benny Johan Marpaung, dokter spesialis kandungan dan kebidanan membantah mitos ibu hamil dilarang makan durian. Hal tersebut diungkapkan Benny saat ditemui dalam acara ulangtahun Orami ke-5 di Jakarta pada Rabu (21/2/2018).

“Semua buah itu baik, termasuk durian. Durian mengandung banyak vitamin, seperti vitamin C dan kaya kasium. Boleh-boleh saja buat ibu hamil,” ujar Benny.

Untuk diketahui, durian punya kandungan zinc yang bagus untuk kesehatan mata dan jaringan kulit. Kandungan asam folat dalam durian mendorong pembentukan sel darah merah yang kaya oksigen. Asam folat ini juga akan merangsang perkembangan saraf janin.

Kandungan lemak tak jenuh dalam durian juga baik bagi ibu hamil. Kolesterol jahat dalam tubuh dapat ditekan jumlahnya setelah makan durian. Oleh karena itu, para ibu hamil tak usah khawatir mengalami kenaikan kolesterol seusai menyantap durian.

Meski demikian, kekhawatiran masyarakat cukup beralasan. Benny berkata bahwa kandungan gula dalam durian mampu memicu mual dan muntah pada ibu hamil. Selain itu, gula darah ibu hamil ditakutkan meningkat setelah mengonsumsi durian.

“Selama periode kehamilan, pergerakan usus ibu hamil melambat. Ketika makan terlalu banyak akan mual dan muntah. Ditakutkan akan berdampak ke masalah nutrisi dan dehidrasi,” ujarnya.

Sejauh ini, sebut Benny, belum ada penelitian yang menyatakan konsumsi durian akan berdampak pada keguguran bayi. “Jadi makan saja durian secukupnya. Belum ada penelitian yang membuktikan pengaruh durian dengan kontraksi janin," katanya.

Akan tetapi, Benny juga mengingatkan bahwa konsumsi durian harus diimbangi dengan kecukupan gizi dari makanan lain, seperti ikan, daging, sayur, dan telur. Durian juga hanya dibatasi tiga biji untuk sesekali waktu, tidak tiap hari.