Senin, 10 September 2018

Ketahui Makanan yang Layak Konsumsi Walau Kadaluwarsa

Ketahui Makanan yang Layak Konsumsi Walau Kadaluwarsa

Saat membaca label pada kemasan bahan makanan, kita pasti memperhatikan tanggal kadualuarsanya.

Pada dasarnya, tanggal kedaluwarsa memberi informasi kapan produk makanan atau minuman tersebut berada pada puncak kualitas dan kesegarannya.

Namun, mengonsumsi makanan sebelum tanggal kedaluwarsa bukanlah aturan mutlak yang harus kita ikuti.

"Mengawasi tanggal penggunaannya pasti penting, tapi tidak perlu membuang makanan tersebut," kata Toby Amidor, ahli gizi dan penulis buku "The Easy 5-Ingredient Healthy Cookbook".

Tergantung pada makanan dan berapa banyak waktu yang telah berlalu sejak tanggal kedaluwarsa, namun ada beberapa makanan yang masih layak kita konsumsi setelah tanggal kedaluwarsa.

Mengetahui hal ini dapat membantu mengurangi limbah makanan dan membantu tentunya biaya belanja.

Berikut empat makanan yang masih layak dikonsumsi meski melewati tanggal kedaluwarsa.

1. Makanan kaleng

Menurut Alan Aragon, seorang peneliti dalam bidang nutrisi, makanan olahan dapat bertahan lebih lama dari tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan.

Hal yang sama, kata Amidor, juga berlaku pada makanan kaleng. Untuk meminimalkan kerusakan pada makanan kaleng, sebaiknya kita menyimpannya di tempat yang sejuk dan terhindar dari cahaya matahari.

Namun, kita harus waspada terhadap tanda-tanda kerusakan makanan yang bisa kita perhatikan dari luar kaleng atau saat kita membukanya.

Jika bagian atas atau bawah kaleng terlihat menonjol, segel bocor, penyok atau karat pada kaleng, segeralah membuangnya.

Adanya busa di bagian atas kaleng juga menandakan adanya botulisme yang dapat menyebabkan keracunan.

2. Produk susu

Amidor mengatakan bahwa produk yang terbuat dari susu seperti keju dan yogurt aman dikonsumsi hingga muncul tanda pembusukan. Produk susu biasanya bisa tahan hingga 5 hari dari batas tanggal kedaluwarsa-nya.

Sementara itu, keju (terutama keju yang berbentuk keras) dapat bertahan lebih lama.

3. Sereal dan produk biji-bijian lainnya

Makanan seperti sereal, pasta atau kue kering masih bisa dikonsumsi meski melewati tanggal kedaluwarsa. Tapi rasanya tentu sedikit apek.

Jika terdapat kerusakan pada kemasannya, itu bisa mengindikasikan kontaminasi dari hewan pengerat. Oleh karena itu, kita harus segera membuangnya.

4. Buah dan sayuran beku

Sebagian besar buah dan sayuran beku masih bisa dikonsumsi meski melewati tanggal kedaluwarsa. Bahkan, meski makanan tersebut mengalami freezer burn atau muncul bintik-bintik es pada permukaan makanannya, kemungkinan besar masih aman untuk dikonsumsi.

Jangan biasakan mencairkan makanan beku lalu menyimpannya kembali di freezer karena berpotensi menyimpan bakteri.

Selasa, 04 September 2018

12 Makanan untuk Kesehatan Kulit Kita

12 Makanan untuk Kesehatan Kulit Kita

Tabir surya membantu kulit dari luar untuk menjaga kelembapan alaminya agar tetap sehat. Akan tetapi, bantuan dari dalam, seperti makanan dan minuman tertentu, juga memiliki peran yang sama pentingnya untuk kesehatan kulit kita.

Pasalnya, di dalam makanan yang kita konsumsi terkandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan kulit. Apa saja makanan sehat untuk kulit yang wajib dikonsumsi sehari-hari itu?

1. Stroberi

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, makan makanan kaya vitamin C, seperti stroberi, membantu memperlambat munculnya keriput dan masalah kulit kering akibat proses penuaan.

Peran vitamin C dalam melembapkan kulit mungkin disebabkan oleh kemampuannya menetralkan radikal bebas akibat sinar UV dan juga mendorong proses sintesis kolagen, yang berfungsi menjaga elastisitas kulit.

2. Pepaya

Pepaya adalah sumber sempurna lainnya dari vitamin C. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa vitamin C dapat melindungi sel kulit dari kerusakan yang disebabkan sinar matahari dengan memperbaiki DNA yang telah rusak oleh sinar UV.

Makanan sehat untuk kulit yang juga kaya vitamin C selain pepaya adalah brokoli dan sayuran berwarna hijau lainnya.

3. Tomat

Banyak mengkonsumsi lycopene (zat karotenoid yang membuat tomat berwarna merah) dapat melindungi kulit dari panggangan sinar matahari.

Dalam suatu penelitian, partisipan yang terkena paparan sinar UV diketahui berisiko lebih kecil mengalami iritasi kulit setelah mengonsumsi 2,5  sendok makan pasta tomat atau meminum setidaknya 350 ml jus wortel setiap hari, sebagai tambahan dari makanan mereka sehari-hari selama 10 – 12 minggu.

4. Edamame

Edamame kaya akan isoflavone yang bertindak seperti antioksidan, membunuh dan membasmi radikal bebas yang disebabkan oleh paparan sinar matahari.

Isoflavones dapat juga membantu pemulihan produksi kolagen, yang mulai melambat sekitar umur 20 tahunan.

5. Paprika Merah

Paprika merah ukuran sedang bisa memenuhi 200 persen kebutuhan vitamin C dalam sehari. Mengonsumsi lebih banyak vitamin C dapat membantu melindungi sel kulit dari kerusakan akibat sinar matahari, karena vitamin C membantu perbaikan DNA yang rusak akibat sinar UV.

6. Labu

Seperti lycopene, beta carotene (bahan yang membuat labu berwarna orange) dapat melindungi kulit dari sinar UV. Beta carotene juga dapat diubah menjadi vitamin A oleh tubuh, yang dapat menjaga kesehatan mata, tulang, dan sistem imun.

7. Bayam

Bayam memiliki kadar lutein yang tinggi, berfungsi melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV. Ketika membeli bayam, pilihlah bayam di tumpukan paling atas, yang paling banyak terkena cahaya matahari.

Penelitian terbaru yang diterbitkan oleh The Journal of Agricultural and Food Chemistry, mengungkapkan bayam yang disimpan di bawah cahaya selama setidaknya 3 hari menunjukkan peningkatan kadar vitamin C, K, dan E, asam folat karotenoid lutein, serta zeaxanthin.

8. Kopi

Selain berbagai sayuran dan buah yang sudah disebutkan di atas, ternyata kopi juga masuk dalam makanan sehat untuk kulit.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The European Journal of Cancer Prevention, satu cangkir kopi setiap hari mungkin dapat mengurangi risiko kanker kulit.

Hasil penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 93 ribu wanita ini menunjukkan bahwa mereka yang meminum segelas kopi berkafein setiap hari terlihat pengurangan risiko berkembangnya kanker kulit nonmelanoma sebesar 10 persen.

9. Tahu

Tahu dapat membantu produksi kolagen yang dapat melembutkan kulit, karena tahu kaya akan isoflavone.

Dalam penelitian yang diterbitkan oleh The Journal of the American College of Nutrition, tikus yang diberikan isoflavone dan kemudian terkena paparan sinar UV memiliki lebih sedikit kerutan dibanding tikus yang terpapar sinar UV dan tidak mendapat isoflavone.

Peneliti percaya bahwa isoflavone membantu mencegah kekurangan produksi kolagen.

10. Salmon

Menurut studi pada tahun 2009 dari the American Journal of Clinical Nutrition, kandungan asam lemak omega-3 DHA dan EPA (docosahexaenoic dan eicosapentaenoic acids) yang ditemukan dalam salmon dapat melindungi sel dari kerusakan radikal bebas yang disebabkan oleh sinar UV.

Peneliti mengikuti kebiasaan makan lebih dari seribu orang Australia dewasa selama kurang lebih 5 tahun dan menemukan bahwa mereka yang memakan lebih dari 5 ons ikan kaya omega-3 (seperti salmon) setiap minggunya dapat mengurangi hingga 30% risiko gejala kanker kulit.

11. Tuna

Tidak hanya salmon, tuna dan ikan lainnya yang kaya omega-3 juga masuk dalam daftar makanan sehat untuk kulit. Kandungan omega-3 dalam tuna dapat membantu kita menjaga kulit agar terlihat awet muda dan mencegah kanker kulit.

EPA (eicosapentaenoic), salah satu kandungan lemak dalam ikan yang mengandung omega-3, telah membuktikan kemampuan produksi collagennya, protein berserat yang menjaga kulit tetap halus.

Selain itu, DHA (docosahexaenoic acid) dalam omega-3 berfungsi sebagai pencegah kanker kulit dengan mengurangi peradangan yang sebabkan pertumbuhan tumor, kata Homer S. Black, Ph.D., professor emeritus departemen dermatologi Baylor College of Medicine di Houston, Amerika Serikat.

12. Jagung

Jagung adalah sumber terbaik dari lutein, sejenis zat carotenoid. Seperti lycopene, lutein melindungi kulit dari kerusakan sinar UV.

Jika sedang tidak musim jagung, jangan ragu untuk beralih ke alternative jagung beku. Sayuran beku bisa jadi lebih sehat dibandingkan yang segar dijual di supermarket, kata Gene Lester, Ph.D., seorang psikolog tanaman di USDA Agricultural Research Service.

Mengapa? Buah dan sayuran yang dipilih untuk dibekukan biasanya diproses saat puncak kematangannya, saat di mana buah dan sayuran tersebut dapat dikatakan sedang bernutrisi penuh.