Rabu, 10 Oktober 2018

Cara Simpan Instagram Stories Android

Cara Simpan Instagram Stories Android

Konten Instagram Stories kerap berisi guyonan atau hal-hal menarik dalam bentuk foto dan video. Konten di instagram Stories hanya bertahan 24 jam. Ada kalanya Anda ingin menyimpan konten tertentu agar bisa dinikmati lebih lama.

Jika si empunya konten Stories sudah menjadi teman, Anda bisa saja minta dikirimkan via WhatsApp atau e-mail. Lantas, bagaimana jika konten yang ingin Anda simpan adalah milik idola atau selebgram yang belum berteman?

Jangan khawatir, ada cara mudah menyimpan Instagram Stories milik orang lain. Anda cukup mengunduh aplikasi pihak ketiga.

Di platform Android, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (11/8/2017) dari DigitalTrends, Anda bisa menggunakan aplikasi “Story Saver” untuk Instagram di Google Play Store. Unduh aplikasi tersebut, lantas Anda akan diminta log in ke akun Instagram ketika membukanya.

Setelah log in, Story Saver akan memaparkan Anda dengan berbagai Stories dari kontak-kontak yang Anda follow. Anda bisa membuka satu per satu Stories tersebut dan menyimpannya dengan sekali tekan ikon “save”.

Jika ada konten yang telah Anda incar, bisa dengan cepat mencari akun Instagram tertentu pada search bar di aplikasi Story Saver. Selanjutnya, buka Stories akun tersebut dan tekan ikon “save”.

Sementara pengguna iOS di Indonesia harus bersabar lebih dahulu jika ingin melakukan hal yang sama. pasalnya, aplikasi pengunduh Stories di Instagram memang telah tersedia, yakni IG Live. Namun, aplikasi tersebut saat ini belum tersedia di Indonesia.

Diketahui, Instagram Stories merupakan fitur terpopuler di layanan berbagi foto tersebut. Saat ini, tak kurang dari 250 juta pengguna Instagram aktif menggunakan fitur hasil comot Snapchat tersebut setiap harinya.

Senin, 08 Oktober 2018

Ingin Sehat Tak Perlu Turunkan Berat Badan

Ingin Sehat Tak Perlu Turunkan Berat Badan

Sebuah riset dari York University di Toronto, Kanada, menemukan fakta, tujuan olahraga bagi pemilik berat badan berlebih yang ingin sehat bukan hanya sekadar memiliki bobot ideal.

Periset mengumpulkan data dari 853 pasien dengan berbagai macam tingkat obesitas, mulai dari yang ringan sampai yang parah.

Dengan berolahraga, pasien obesitas yang paling parah sekalipun memiliki tingkat tekanan darah, glukosa, dan trigliserida yang rendah, dibandingkan mereka yang tidak banyak berolahraga.

Riset yang dipublikasikan Obesity ini menemukan, 41 persen pasien yang mengalami obesitas ringan justru dianggap bugar melalui tes treadmill.

Seperempat pasien dengan tingkat obesitas sedang juga memiliki tubuh yang bugar.

Sementara itu, ada 11 persen pasien dengan tingkat obesitas berat ditemukan memiliki tubuh yang bugar.

Periset juga mengungkap, tidak menjadi masalah seberapa gemuk seseorang bila dikaitkan dengan variabel metabolik pasien.

Menurut para peneliti, ini adalah riset pertama yang menunjukkan, tidak peduli seberapa gemuknya seseorang, kebugaran fisik dapat memberi efek positif pada kesehatan kardiovaskular.

Periset juga mengatakan, berat badan tidak berkaitan erat dengan tingkat kebugaran.

Faktanya, kebugaran tubuh dan manfaat kesehatan bisa diraih tanpa menurunkan berat badan.

Peneliti juga menemukan fakta, berolahraga 150 menit dalam seminggu hanya bisa menurunkan berat badan sebanyak 1,5 kilogram. Namun, hal tersebut akan berbeda antara orang yang memiliki jantung yang sehat atau tidak.

Dokter Sean Wharton, Direktur Medis Wharton Medical Clinic yang juga terlibat dalam riset ini, menambahkan, kebugaran tubuh tidak bisa tercermin dari apa yang terlihat oleh mata.

"Riset ini memperkuat anggapan bahwa orang tidak perlu menurunkan berat badan untuk menjadi sehat," ucap dia.