Senin, 22 Juli 2019

Stroke dan Neuropati Berbeda Loh!

Stroke dan Neuropati Berbeda Loh!

Sering kali banyak orang menyamakan gejala telapak kaki terasa panas dengan penyakit neuropathi. Walau  tidak sepenuhnya salah akan tetapi gejala tersebut tidak seratus persen penyebab dari penyakit neurophati. Bisa jadi gejala tersebut juga merupakan gejala dari penyakit – penyakit lain.

Neuropati adalah salah satu penyakit yang sering kali disamakan dengan penyakit stroke. Kedua penyakit ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan – perbedaan tersebut bisa dilihat dari penyebab dari penyakit tersebut. Penyebab adalah akar dari suatu masalah. Jadi akar dari penyakit neuropathi dan stroke sangat berbeda. Jika neuropathi di sebabkan karena kerusakan atau gangguan pada syaraf maka stroke adalah penyakit yang di sebabkan karena kurangnya pasokan darah ke otak. Kedua penyakit ini sama – sama menyerang sistem syaraf yang mana syaraf yang terkena penyakit ini tidak akan bisa berfungsi secara baik dalam artian lain mengalami kelumpuhan. 

Penyakit stroke dan neuropathi adalah dua penyakit yang berbeda. Walau sama- sama menyerang sistem syaraf gejala yang ditimbulkan oleh dua penyakit ini berbeda.  Stroke memiliki beberapa gejala yang lebih intens dan banyak jika di banding dengan neuropathi. Gejala – gejala tersebut dapat bersifat permanen dan membuat para penderitanya mengalami kelumpuhan jika tidak ditangani dengan benar.

Beberapa gejala penyakit stroke yang harus di pahami adalah :

1. Kelemahan atau mati rasa pada beberapa anggota tubuh
Gejala yang paling umum terjadi pada seseorang yang terkena penyakit stroke adalah kelumpuhan pada salah satu anggota tubuh. Yang paling sering adalah kelumpuhan pada otot wajah. Kelumpuhan pada wajah sudah menjadi ciri khas dari seseorang yang terkena penyakit stroke. Seseorang yang terkena penyakit stroke sering kali wajah mengalami kemiringan dengan posisi bibir yang turut miring karena sistem syaraf dan otot yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Selain pada wajah yang sering terjadi adalah mati rasa pada sebagian anggota tubuh. Sering kali penderita stroke tidak dapat menggerakan kaki ataupun tangan mereka. Hal tersebut bisa terjadi dua – duanya atau salah satu anggota tubuh saja. 

2. Kesulitan berbicara
Sejalan dengan kelemahan pada otot wajah maka akan berdampak juga pada kesulitan berbicara dari penderita stroke. Kondisi wajah dan lidah yang sudah tidak lagi dapat digunakan secara normal membuat banyak hal berkaitan dengan mulut menjadi sangat sulit. Suara yang tidak dapat muncul secara normal karena syaraf dan otot – otot yang rusak membuat komunikasi dengan orang lain menjadi lebih sulit. Para penderita stroke juga akan mengalami kesulitan dalam memahami apa yang diucapkan oleh orang lain. Di samping orang lain yang kesulitan memahami pembicaraan dari seseorang yang mengalami penyakit stroke, kesulitan berbicara ini lama kelamaan akan membuat kemampuan lisan orang tersebut berkurang. 

3. Pusing dan kehilangan keseimbangan
Dalam beberapa kasus sering kali terjadi si penderita penyakit stroke mengalami kehilangan keseimbangan. Kehilangan kesimbangan ini terjadi karena karena otak yang tidak mendapatkan pasokan darah secara cukup dari tubuh. Kurang nya pasokan darah dalam otak ini adalah gejala utama dari penyakit stroke. Sama seperti kekurangan oksigen pada otak yang menyebabkan sang penderita mengalami pingsan. Seseorang yang mengalami gejala stroke setelah pingsan biasanya tidak dapat menggerakan anggota tubuhnya dan mengalami kelumpuhan entah itu sementara ataupun kelumpuhan permanen. 

4. Sakit kepala secara tiba – tiba
Seorang penderita stroke sering kali mengalami sakit kepala. Hal ini juga sama disebabkan karena si penderita mengalami kekurangan pasokan darah di otak. Pasokan darah yang berkurang membuat penderita mengalami nyeri yang sangat hebat. Nyeri kepala tersebut biasanya bersifat sementara dan tidak berlangsung dalam jangka waktu lama.

5. Kesulitan menelan
Masih karena kelumpuhan otot wajah, kesulitan menelan ini juga dikarenakan karena otot – otot yang terdapat pada wajah dan mulut mengalami kerusakan atau gangguan. Otot yang digunakan untuk mengunyah dan menelan makanan tidak dapat digunakan secara baik. Para penderita penyakit stroke biasanya mengkonsumsi bubur atau makanan halus yang memudahkan mereka untuk menelan makanan tersebut. 
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar